Misteri Jalan Desa 191.000 KM

Bagaimana tidak viral, protes yang dilakukan oleh warga Kecamatan Batumarta, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan atas jalan kampungnya yang rusak. Karena, pertama, caranya kreatif dan unik. Anak muda berpose jenaka dan disempurnakan oleh fotografi handal.

Kedua, warganet memviralkan foto-foto protes tersebut karena kontras dengan klaim pak Jokowi dalam debat yang lalu. Tentang infastruktur jalan desa sepanjang 191.000 KM. Mana buktinya? Mengapa jalan-jalan di desa seperti di OKU itu masih banyak yang rusak?

Sejak disebut angka bombastis: 191.000 KM, banyak yang mempertanyakan kebenaran klaim itu. Jalan lintas sumatera saja hanya 2.508 KM. Jalan lintas jawa via Pantura hanya 1.316 KM. Bahkan panjang keliling bumi hanya 40.070 KM.

Tapi gugatan itu malah dijawab kurang nyambung oleh pendukung Jokowi. Mereka memberi argumen usus manusia bisa sepanjang 12m. Yang ditanyakan adalah bukti. Dalam 4 tahun ini, mana detail jalan yang telah dibangun oleh dana desa?

Ya, bisa bisa saja membangun jalan sepanjang yang diklaim. Tapi mengingat waktu memerintah pak Jokowi baru 4 tahun, tentu dipertanyakan. Tinggal jawab dengan bukti yang rinci.

Kemudiaan dijawab lagi oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjojo, bahwa ada 74.957 desa di Indonesia. Sehingga rata-rata 2.5 KM dalam 4 tahun.

Tapi pertanyaannya, apa iya semua desa di Indonesia dibikinkan jalan? Kami punya koneksi di pelosok Sumatera dan Jawa. Tak ada cerita tentang pembangunan jalan di desa mereka.

Dan protes warga OKU yang viral kemarin pun semakin menguatkan pertanyaan, apakah benar tiap desa dibangun jalan?

Sama sekali belum ada rincian dari mana angka 191.000 itu bisa diagregasi. Lalu tiba-tiba pak Jokowi memberi jawaban unik. “Kalau ada yang menyangsikan 191 ribu kilometer itu tidak mungkin, silakan hitung sendiri,” ujarnya dikutip media. Lho.. kok malah kita yang disuruh menghitung? Wong rinciannya saja belum muncul.

Rekan yang iseng ikut-ikutan mengklaim. “Saya sudah bikin 191.000 bintang di langit. Kalau tidak percaya, hitung sendiri,” katanya.

Belum terjawab rincian datanya. Tapi penjelasan dari salah satu personel TKN bisa dimengerti. “Harus dipahami bahwa yang dimaksud Pak Jokowi dengan jalan desa sepanjang 191.000 (kilometer) itu bukan membangun jalan yang baru, tapi membangun kembali jalan-jalan, tadinya tidak dapat diakses karena jelek dan serta berbatu, kembali diperbaiki jalan-jalan desa yang rusak dengan menggunakan dana desa yang semakin tahun semakin naik,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily.

Hanya saja, dengan cara begitu pak Jokowi sudah bisa mengklaim Borobudur, kalau pada candi tersebut ada pemeliharaan dan perbaikan di rezim sekarang. Cara yang dikemukakan pak Ace, bisa membuat Gunung Merapi diklaim dibangun zaman pak Jokowi karena di sana ada perawatan atas alamnya oleh pemerintah.

Entahlah, hitung-hitungan itu masih misteri sampai sekarang.

Yang jelas, PKS punya program menghapus pajak tahunan untuk motor ber-cc rendah. Sekali lagi, hanya yang ber-cc kecil.

Kontribusi pajak kendaraan jenis itu tak terlalu besar di daerah-daerah. Sebagai gantinya, kebocoran anggaran harus diminimalisir. Sebagaimana tekad pak Prabowo.

Kalau janji PKS itu, insya Allah lebih masuk akal dan bermanfaat buat rakyat. Apa ga bosan yang dikasih keringanan pajak orang kaya melulu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s