Khutbah Ied Momentum Pendidikan Umat, Termasuk Pendidikan Politik

Bekasi – Mardani Ali Sera, Inisiator Gerakan #2019GantiPresiden mengatakan Momentum Khutbah ied menjadi sarana pendidikan umat islam, termasuk juga didalamnya pendidikan politik.

“Pendidikan Politik umat adalah suatu kewajiban, yang dilarang adalah kampanye di masjid,” kata Mardani, Selasa, (12/6).

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setuju dengan himbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar tidak berkampanye saat khutbah. “Saya Sepakat, dan jelas dilarang dalam Undang-undang,” ujarnya.

Namun menurutnya, membahas kondisi umat bukanlah suatu yang politis, malah menjadi suatu kewajiban. “Dakwah itu menjelaskan suatu yang mungkar, seperti membahas kondisi umat termasuk berbicara politik,” ujar Mardani.

Lebih jauh Ia mengatakan bahwa kita mesti percaya umat sudah dewasa dan dapat diajak membahas persoalan yang faktual walaupun masih harus didukung data dan analisa yang jernih.

Ia mencontohkan, Membahas ada orang Islam mengunjungi Israel bahkan menjelaskan bahwa tafsir Quran bisa berubah sesuai situasi dan tempat serta waktu bukan politis tapi keharusan agar umat jelas. “ini harus dijelaskan kepada umat,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR itu mengatakan Kita harus menjadikan masjid sebagai pendidikan politik umat agar melek politik.

“Saya berharap Umat Islam menjadikan Mesjid seperti zaman Rasul, bukan hanya tempat ibadah saja, tapi menjadi central dalam menyusun strategi agar umat memiliki kekuatan ekonomi, politik dan sosial,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s