Fenomena Gerakan Sosial Partisan

Sebuah fenomena menarik berkembang di masyarakat. Sebutan GSP (Gerakan Sosial Partisan) mulai banyak muncul dalam jagad perpolitikan nasional. GSP berbeda dengan Gerakan Sosial yang kita kenal sebelumnya. Saat kisruh KPK dengan Kepolisian muncul gerakan sosial yang mendukung KPK; mulai dari karikatur dan meme tentang Cicak vs Buaya hingga berbondong-bondong masyarakat bersedia menjadi pagar hidup untuk melindungi KPK. Puncak Gerakan Sosial sebelumnya terjadi pada 1998 dalam bentuk Gerakan Reformasi yang meruntuhkan rezim Orde Baru.

Gerakan Sosial selama ini selalunya berbentuk netral. Mendukung nilai atau publik interest. Anti Korupsi, Melawan kezaliman Pengusaha (ingat kasus koin untuk Prita), simpati untuk korban bencana, dst. Belakangan muncul GSP. Gerakan Sosial yang tidak netral lagi tapi dengan tegas memihak/partisan pada satu orang atau kelompok. Tidak netral lagi. Di Indonesia dimulai dengan munculnya relawan Pak Jokowi baik saat maju sebagai Cagub 2012 DKI ataupun saat Capres 2014. Tim kerja Relawan dalam beberapa hal melampaui kerja partai pendukungnya. Tidak heran jika selepas perhelatan Pilgub dan Pilpres, Pak Jokowi masih merawat Relawannya.

Sekarang fenomena GSP terlihat jelas dalam kasus Teman Ahok, relawan Ahok dengan kreatifnya membuka stand di berbagai mall plus penjualan merchandisenya untuk biaya kampanye. Banyak pro dan kontra termasuk pandangan—dalam bingkai teori konspirasi—bahwa Teman Ahok digerakkan sekelompok konglomerat pendukung Ahok. Menurut penulis, semua pandangan sah-sah saja. Tapi bahwa ada GSP dan sudah jadi fenomena pun sebuah fakta. Sebagian masyarakat Yogya pun membuat Konvensi Publik untuk menjaring calon walikota dari Publik. Seringnya, GSP ini kian tampak saat Pilkada dimana publik atau relawan memilih mendukung calon dari jalur independen.

Di luar negeri, GSP sejatinya sudah tampak saat The Rockie Senator dari Chicago, Barrack Hussein Obama, maju sebagai kandidat Capres dari Partai Demokrat pada 2008. Ketimbang mengandalkan sumbangan dari para lobyist, the Wall Street connection hingga industriailis besar, Obama dan timnya memilih pendanaan cara retail dengan nominal 5, 10 atau 20 dollar. Bahkan mereka yang ingin ikut hadir dalam kampanye terbuka diminta membeli tiket seperti membeli tiket konser musik dengan nominal 10,15 atau 20 dollar. Plus penjualan merchandise: pin, stiker, t-shirt hingga topi. Hasilnya Obama mampu dua kali memenangkan Pilpres 2008 dan 2012.

Kenapa GSP muncul dan apa implikasinya bagi Parpol dan khususnya PKS? Pertama, GSP muncul salah satu sebab utamanya adalah karena kegagalan parpol melakukan kaderisasi kepemimpinan. Banyak pimpinan populer sekarang walau diusung parpol sejatinya bukan kaderisasi parpol. Bu Risma awalnya adalah birokrat kepala dinas pertamanan Kota Surabaya, Jokowi pengusaha furnitur dari Solo, Ridwan Kamil berprofesi sebagai arsitek. Itu juga yang terjadi pada banyak bupati dan walikota lainnya. Partai politik mesti jujur melihat fakta ini sebagai sebuah introspeksi.

Kedua, level kepercayaan publik pada parpol, politisi dan parlemen secara ajek dalam lima tahun terakhir selalu ada pada level yang rendah. Sebaik apapun PKS berusaha memperbaiki diri, pandangan umum melihat parpol bukan sebagai lembaga yang layak dipercaya. Belum lagi jika melihat konflik intra parpol yang berlarut-larut dimana publik melihat drama yang jauh dari simpati publik. Faktor ini salah satu yang mendorong publik lebih memilih calon perseorangan/independen ketimbang mendukung calon parpol.

Ketiga, pola kampanye parpol yang mahal, kurang kreatif hingga instan berkebalikan dengan pola murah karena didukung dana publik dan relawan, pola kreatif melalui media sosial hingga kampanye yang bersifat substansial dan long term (pembelaan kebijakan, pendampingan dan pemberdayaan) hingga melibatkan publik membuat publik melihat GSP sebagai jawaban dari kebuntuan dan pesimisme publik terhadap politik.

Lalu apa yang harus dilakukan? Syiar kembali pada Jati Diri Partai Dakwah diikuti dengan slogan dan program kerja ‘Berkhidmat untuk Rakyat’ merupakan langkah yang sangat sesuai dengan public demand. Menjadikan kembali partai sebagai wadah perjuangan, menjadi island of integrity hingga jembatan perekat ummat merupakan langkah awal bagi munculnya dukungan publik pada PKS. Tapi jalan panjang ini mesti ditekuni dan dijaga dengan seksama. Hingga publik kembali menggantungkan harapannya pada PKS. Wallahu a’lam bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s