Be The Elephant

Buku dengan judul kecilnya; Membangun Bisnis yang Lebih Besar dan Lebih Baik dikarang Steve Kaplan. Intinya Kaplan menunjukkan bahwa untuk sukses besar, Anda harus bertindak besar. Dan untuk bertindak besar Anda harus berpikir besar. Untuk berpikir besar Anda harus melampaui hal yang biasa. Pepatah, “You cannot find a new land with an old map” dapat menjadi titik awal. Bahwa musuh kita seringkali ada di dalam. Berupa ketakutan dan keberanian untuk membuat rencana besar dan kemudian tekun menyusun puzzle rencana kecil yang detail menjadi sebuah karya besar.

Dari awal Muhammad Al Fatih punya tujuan besar yang jelas: menjadi pemimpin terbaik dari pasukan terbaik—sesuai Sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam—tentang pasukan yang akan menaklukkan Konstantinopel. Dibalik keberhasilan Al Fatih ada detail pekerjaan yang sering kita lupa: Semua dibangun tidak dalam sehari, namun terus diasah bertahun-tahun hingga dapat memindahkan 72 kapal dengan ukuran besar melintasi Bukit Galala setinggi 60 meter. Itu bukan sebuah ide yang biasa. Termasuk pihak Konstantinopel pun tidak berpikir ada yang dapat melewati rantai dan bentengnya. Tujuan besar—menaklukkan Konstantinopel—diikuti dengan perbuatan besar—memindahkan 72 kapal besar melewati Bukit Galala setinggi 60 m—dimulai dengan pikiran besar—selalu ada jalan pada setiap masalah yang diberikan Allah Ta’ala.

Pelajaran Al Fatih yang nyata maupun buku Elephant-nya Kaplan, semua menjelaskan bahwa sukses itu bisa, sukses itu mungkin, dan sukses itu justru hak orang beriman tatkala Allah SWT mengingatkan kita bahwa wal ‘aqibatu lil muttatqin—dan kesudahan (sukses) itu milik orang bertakwa (QS. 28:83). Termasuk sukses jihad siyasi kita yang dalam waktu dekat akan ikut hajatan pilkada serentak di 271 daerah pada 15 Desember 2015.

Perubahan landacape politik kita dengan pilkada serentak di 2015 dan 2017, serta pemilu serentak di 2019 bukanlah sebuah tujuan yang mustahil untuk dicapai. Keberhasilan menghantarkan ikhwan dan akhwat untuk menjadi pejuang-pejuang pewujud Islam sebagai rahmatan lil alamin dalam ruang publik adalah salah satu keberhasilan dakwah.

Lalu apa yang harus kita lakukan agar organisasi kita menjadi elephant dan sukses mencapai target? Setidaknya ada empat milestone utama: Pertama, perjelas tujuan dengan kuantifikasi dan supporting system yang jelas. Jika ingin menang pilkada harus jelas berapa target suara dan dari mana itu berasal. Jelas targetnya adalah menang. Kisah kemenangan David Cameroon saat membawa Partai Konservatif (Torry) memenangkan Pemilu awal Mei lalu dapat dijadikan pelajaran. Hasil survey hingga H-1 menunjukkan Partai Buruh akan memberi perlawanan sengit. Tapi hasil pemilu menunjukkan margin100 kursi Torry diatas Buruh. Bukan sebab kursi Torry bertambah 100 tapi: hampir 50 kursi Buruh di Skotlandia diambil SNP dan 40-an kursi buruh di daerah pinggiran diambil Torry. Dengan sistem distrik the winner takes all. Beberapa kursi dimenangi Torry dari Buruh hanya beda beberapa puluh suara.

Pelajaran kedua, gunakan orang terbaik, walau ada harganya. Untuk itulah Cameron merekrut Lynton Cosby, ahli strategi konservatif Australia untuk masuk dalam tim kampanyenya yang sukses memainkan micro campaign dan micro targetting. Suara ada di mana dan bagaimana mengambil dan memenangkannya jelas caranya. Al Fatih melatih pasukan dan para komandannya untuk menjadi yang terbaik. Only the best can produce the best.

Pelajaran ketiga, jangan berpikir tidak mungkin. Semua mungkin. Apalagi jika niat kita adalah li i’la kalimatillah. Saat Al Fatih dengan 250 ribu pasukannya mentok setelah 10 hari mengepung Konstantinopel, jalan laut terhalang rantai maha besar dan sebelahnya tertutup Bukit Galala setinggi 60 m, maka ide menyeberangkan perahu adalah hal mustahil. Tapi Al Fatih menegaskan jika kita berpikir tidak mungkin maka kita sama dengan mereka yang berada dalam benteng, padahal kita lebih baik dari mereka. Maka tertembuslah benteng super kokoh itu.

Pelajaran terakhir, jangan lupa semua perjuangan ini Allah Ta’ala adalah tujuannya. Karena itu jangan menjauh dari-Nya. Jangan menjauh dari Sunnah Rabbaniyah dan Sunah Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam. Jaga amanah dan tetap junjung tinggi syariah. Karena itulah, kuatkan tekad untuk memastikan kita layak mendapat pertolongannya karena kita memang memenuhi syarat menjadi jundullah. Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s