Nikmatnya Mengenal Dapil

Sejak awal Januari, jadual masa sidang pertama periode 2013- 2014 sudah selesai. Waktunya reses. Bersama tim dibuatlah jadual kunjungan untuk tiga kabupaten: Bekasi, Karawang dan Purwakarta. Ada banyak kisah indah terasakan. Bahkan jika boleh jujur dapat dikatakan, waktu reses adalah pengalaman belajar terbaik. Lebih nikmat dibanding saat membahas RUU dan tugas pengawasan lainnya di gedung DPR.

Jum’at lalu, 3/1/2014, petualangan di mulai dengan mengisi khutbah Jum’at di Al-Muhajirin. Disaana saya membahas tentang perkembangan isu-isu legislasi mulai upaya penghapusan kolom agama di KTP hingga upaya revisi UU No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang salah satu targetnya adalah mempermudah ‘kawin campur’. Dilanjutkan dengan perjalanan memutari dapil mulai dari perumahan PMI di Tambun Utara, Desa Sri Mekar dan Sriamur di Kec. Sukawangi hingga beberapa titik di Desa Kedung Jaya Kec. Babelan.

Di Perumahan PMI saya bertemu dengan para kader dan relawan PKS, Ustadz Wiwin dan kawan-kawan. Ada cerita menarik tentang bagaimana cerdiknya tim Ustadz Wiwin dalam menguasai titik strategis pemasangan bendera partai. Mulai dari lokasi hingga ukuran bendera yang saling berkompetisi. Subhanallah, saya sangat terkesan menyaksikan semangat kader dan relawan dalam memperjuangkan hal-hal yang keliha-tan kecil tapi sebetulnya sangat membanggakan. Mulai mencari titik strategis, mema-sang atribut yang sesuai dan berdaya ungkit tinggi hingga menjaganya dari gangguan dan ancaman pihak lain.

Maafkan kami wahai para kader dan relawan, tidak akan terbayar jasamu. Biar Allah Ta’ala saja yang membalasnya. Tugas kami: mendatangi, mengapresiasi, membantu semampunya dan selalu tersenyum dan menyema-ngati kalian. Sekali lagi maafkan kami, dari saya khususnya.

Titik kedua lebih spesial. Mendatangi rumah keluarga besar Marsin yang baru saja merayakan khitan dan gunting rambut anaknya Putri yang berusia dua bulan. Selain mendoakan, saya juga berdialog dengan kakeknya yang berusia 67 tahun. Agak special, karena sang kakek langsung mengajak saya ke ‘kamar khusus’nya yang dipenuhi keris dan asap kemenyan. Astagfirullah. Terpaksalah saya sampaikan kepadanya bahwa kemenangan itu datangnya dari Allah Ta’ala. Besar kecil dukungan manusia dan makhluq hanyalah wasilah dari turunnya kasih sayang Allah Ta’ala.

Di titik ketiga saya mengunjungi kepala dusun, masih di Desa Suka Mekar Kec. Sukawangi. Halaman yang luas dan teras yang nyaman walau duduk lesehan membuat kami nyaman berdiskusi ringan. Ada kejadian kecil, seorang tetangga yang berprofesi sebagai petani bertanya, “Bapak yang suka ada di TV khan?’. Saya jawab dengan senyum dan anggukan. Subhanallah, petani-petani kita ternyata banyak yang melek politik. Dalam pertemuan ini dibahas tentang RUU Komando Cadangan, yang akan mewajibkan warga negara berusia 25-55 tahun ikut program bela negara/wajib militer selama enam bulan dibiayai negara. Agar SDM kita memiliki disiplin, tangguh dan punya kemampuan bela negara. Plus juga membahas RUU Bank Petani. Saya sampaikan kepada mereka bahwa sangatlah ironis, negeri dimana mayoritas penduduknya petani, tapi membiarkan petani terjerat rentenir dan ijon. Dengan UU Petani, diharapkan perlindungan dan pemodalan bagi petani dapat diurus secara serius oleh negara melalui Bank Petani. Sayangnya, diskusi tidak bisa mendalam, karena tim yang mengatur jadual sudah mengingatkan titik keempat sudah menunggu sejak ba’da magrib. Padahal ketika itu sudah jam delapan malam.

Di titik keempat, kami bertemu dengan perwakilan para pemuda di rumah Bang Odoy di Sriamur Kec. Sukawangi. Dengan perwakilan para pemuda ini kami berbicara tentang tujuan PKS yang hadir bukan sekedar untuk mendudukkan caleg-calegnya di kursi dewan. Bukan!! Yang utama adalah bagaimana kehadiran PKS dapat dirasakan manfaatnya oleh publik. Khususnya dalam penguatan kualitas iman, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lingkungan baik di kalangan pemuda, orang tua dan seluruh masyarakat termasuk di desa-desa. Kalau ada pengurus atau caleg PKS malah sibuk dengan agenda pribadi, saya tegaskan hal itu tidak sesuai dengan misi didirikannya PKS. Saya undang mereka, para tokoh pemuda untuk datang ke rumah atau ke kantor di DPR Senayan. Kebetulan karena masih banyak pembahasan RUU, kami punya strategi setiap Senin-Kamis mengundang para tokoh dari tiga kabupaten dapil untuk datang ke ruangan saya di Gedung Nusantarta 1 Lantai 3 Ruangan 335. Alhamdulillah, sudah puluhan tokoh masyarakat, ustadz dan ustadzah majelis taklim, mahasiswa, guru, tukang ojek, petani, hingga tukang bakso yang datang dan dilayani. Pertemuan di titik keempat ini lagi-lagi tidak dapat berlangsung lama karena titik berikutnya sudah menunggu.

Titik kelima, di rumah ketua RT Pak Helmi, di Kelurahan Kebalen Kec. Babelan. Tidak kurang dari empat ketua RT lainnya juga hadir. Indahnya, sebagian besar adalah ketua RT yang sudah berinteraksi sejak 2009. Jadilah pertemuan ini reuni yang membuat saya bertambah semangat dengan meminta kepada mereka agar segera menjadualkan pertemuan/kunjungan ke rumah-rumah yang dulu di 2009 pernah didatangi. Rupanya para RT ini rata-rata sudah lebih dulu bertemu dengan istri saya. Kebetulan pada beberapa kesempatan, karena saya kadang mendapat tugas ke luar kota, istri saya bersama Ibu Kiki, seorang relawan yang sangat tangguh, berdua jalan muter-muter ditemani Bang Otib dan para mandor menyapa para konstituen. Ada beberapa isu dibincangkan. Mulai dari pembahasan tentang kondisi para caleg yang sudah bergerilya hingga janjijanji yang tidak mereka penuhi. Saya tegas mengatakan, kita di PKS menawarkan persaudaraan, keterbukaan dan kerjasama untuk wata’awanu ‘alal birri wat taqwa. Alhamdulillah karena kita memang tidak datang 5 tahun sekali, melainkan sudah menjaganya selama ini. Lagi-lagi the bell is ringing… tim penjaga waktu mengingatkan masih ada dua titik lagi yang menunggu. Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB.

Ttitik berikutnya di Desa Kedung Jaya Kab. Babelan bertemu dengan para ketua DKM dan guru-guru madrasah. Subhanallah, mendengar cerita jiddiyah bagaimana mereka swadaya membangun masjid dan mendengar perjuangan Pak Pungut sebagai guru madrasah membuat saya sadar betapa usaha yang telah dilakukan masih sangat kurang dibanding apa yang telah dilakukan oleh para pejuang keikhlasan yang ada di masyarakat. Saya menyatakan siap menjadi jembatan dan pelayan bagi para hadirin untuk sama-sama membangun peradaban kecil yang membawa manfaat bagi warga kampung dan desa sekitar. Saya serahkan kepada mereka dua buah buku yang menceritakan tanggung jawab seorang anggota DPR termasuk daftar dana reses yang diberikan negara Rp 150 juta per sekali reses. Walau belum banyak membantu, alhamdulillah, silaturahim sudah disambung dan semoga Allah jaga dan kuatkan sebagai wasilah untuk amal shaleh.

Titik terakhir di RT Tumi, masih di Desa Kedung Jaya. Di titik ini, tim relawan sudah membangun Jalig (jalan lingkungan) yang merupakan bagian dari dana aspirasi ikhwah aleg kabupaten. Alhamdulillah, lagi-lagi RT Tumi dan kawan-kawan ternyata sudah dikunjungi istri saya bersama Ibu Kiki. Kedatangan saya, menjelang pergantian hari, hanyalah menyempurnakan proses yang sudah dimulai oleh tim relawan, istri dan timnya. Bersamaan dengan pergantian hari, kami akhiri petualangan indah silaturahim hari ini untuk tiga kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Sebelum berpisah dengan tim relawan, kami berkumpul menikmati nasi uduk Mpo Tuti di dekat Pasar Babelan. Letih pasti, baju dan mobil yang berdebu adalah konsekuensi, tapi yang membahagiakan adalah mata-mata berbinar dari tim relawan membuat perjalanan sepanjang hari ini menyisakan kenikmatan yang tak terperi. Alhamdulillah wa jazakumullahu khairan katsiro untuk semua yang sudah berusaha mewujudkan karaker PKS sebagai partai Islam yang selalu berusaha untuk dekat dan melayani masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s