Kata Bang Mardani, Pegawai Pajak itu Pahlawan

Pegawai Direktorat Jenderal Pajak patut berbangga, pasalnya salah seorang Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Mardani Ali Sera, M.Eng. menyatakan bahwa para pegawai pajak adalah “Pahlawan-pahlawan Negeri ini”. Pernyataan tersebut disampaikan pada saat menyampaikan Khotbah Jumat di Masjid Al Hidayah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cibitung pada tanggal 22 Nopember 2013.

“Oleh karena itu orang-orang yang bekerja di pajak layak disebut Pahlawan-Pahlawan di Negeri ini, namun godaannya juga besar”, begitu Mardani menyampaikan. Apresiasi tersebut disampaikan dengan alasan kontribusi dana pajak bagi Pendapatan Nasional sangat dominan, lebih dari 80%, kata Mardani lebih lanjut, pembiayaan Negara dibiayai dari pajak.

“Makanya teman-teman pajak ini pahalanya luar biasa, karena 80% lebih pembiayaan Negara didapatkan dari pajak”, demikian Mardani menjelaskan.

Angka kontribusi pendapatan Negara dari pajak memang tidak sama persis dengan angka yang disebutkan oleh Tokoh Muda Nasional tersebut, namun DJP patut mengapresiasi balik bahwa kerja keras insan pajak selama ini ternyata mendapat perhatian cukup baik di level Nasional, di tengah masih adanya suara miring tentang pajak dan DJP.

Boleh jadi DJP dan para pegawai  pajak sangat merasakan betapa reformasi dan modernisasi perpajakan telah serius dilakukan lebih dari setengah dasa warsa ini. Namun orang lain belum tentu membenarkan jika hal itu. Mereka berdalih dengan informasi media massa tentang korupsi terkini yang sesekali memberitakan penangkapan aparat pajak yang tertangkap basah akan melakukan ‘transaksi haram’. Banyak kalangan mempersepsi bahwa yang terjadi di tubuh DJP adalah “Gayusisasi”, bukan modernisasi. Sebuah ironi yang sangat meprihatinkan bagi DJP.

Sepertinya ada benarnya bahwa “citra buruk jauh lebih mudah tersebar daripada citra baik”, atau pepatah klasik “Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak akan percaya”, patut mendasari DJP and The Team untuk terus bersabar membuktikan bahwa Negara ini bisa baik jika kita sungguh-sungguh, dan DJP berharap besar menjadi yang terdepan untuk itu.

DJP harus terus menempa diri dan siap mati-matian bekerja keras ‘memasok’ dana besar bagi negeri ini. Biarlah sampai hari persepsi public tentang “orang pajak” masih negative, namun konsistensi untuk terus menggulirkan aksi ‘bersih diri’, yaitu “DJP Bersih di Tangan Kita” suatu hari akan terasa manis. Maka pernyataan Seorang Mardani Ali Sera yang Anggota DPR RI patut menjadi dorongan semangat bagi DJP untuk terus maju berjuang mencari uang bagi kejayaan Bangsa.

Selanjutnya dalam Khotbah Jumah yang disampaikan, Mardani memotivasi hadirin jamaah jumah untuk memiliki optimism bahwa Indonesia akan makmur manakala semua pihak sungguh-sungguh berkontribusi sesuai bidang dan kemampuannya. Mardani mencotohkan bagaimana kesungguhan salah seorang Khalifah terkemuka Bani Umayyah, yaitu Umar Ibnu Abdul Aziz, yang mampu menciptakan kemakmuran hanya dalam waktu 29 bulan atau 2 tahun 5 bulan. Tidak tanggung-tanggung, kemakmuran yang dicapai diindikasikan dengan tidak ada satu orangpun yang berada di bawah garis kemiskinan, yaitu diukur dengan fakta bahwa pada masa Umar, tak didapati seorangpun mustahiq zakat.

Agar negeri ini dan setiap muslim mampu berkontribusi sebesar-besarnya bagi kemakmuran bangsa, maka setiap orang dan setiap bangsa harus memiliki 5 (lima) kekuatan, yaitu iman, ilmu, amal, harta, dan sosial.

Iman adalah energy terbesar yang sering disebut dengan integritas, ilmu adalah pengetahuan dan wawasan yang dikembangkan terus menerus melebihi perkembangan problematika yang dihadapi, amal adalah kerja nyata tanpa kenal lelah tanpa kenal putus asa untuk berbuat sebaik mungkin, sedangkan harta adalah syarat mutlak yang harus ada, karena segala aktivitas memerlukan pendanaan, maka sudah saatnya kaum muslimin dan negerinya cakap mengumpulkan dana yang cukup untuk memajukan negeri. Terakhir, kekuatan sosial adalah kekuatan dan kemauan untuk memberi sebaik dan sebesar mungkin bagi orang lain. “Khoirunnas anfa’uhum linnas” yang artinya sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia lain, demikian salah satu hadis Nabi yang menuntun kita untuk memiliki kekuatan sosial, papar khatib.

Pada kesan Mardani menjelang meninggalkan KPP Pratama Cibitung, Bang Mardani sempat menyampaikan rasa salutnya pada saat disampaikan bahwa tidak kurang dari 70% jamaah Sholat Jumat adalah kaum muslimin yang bukan pegawai KPP. Mereka berasal dari pemukiman warga di sekitar Kawasan Industri Gobel, para karyawan perusahaan yang berada di sekitar KPP serta para wajib pajak yang kebetulan sedang ada keperluan di KPP maupun mereka yang sengaja singgah di Masjid KPP untuk menunaikan kewajiban Shalat Jumat. “Bagus sekali, itu bagian dari pelayanan masyarakat”, ujarnya.

 

Sumber: DirJen Pajak

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s